Yunan Mengaum,Harimau Terbangun,Banta Bersuara Cagee Berang



HABANANGGROE24.COM | OPINI - Suara mengerikan terdengar di rimba raya yang baru saja tumbuh hijau kembali,Seekor harimaupun ikut terbangun dengan sebuah suara menggaum yang tidak tahu asalnya dari mana.


Begitulah sekarangan kata yang saat ini sedang hangat di perbincangkan.
Nama Aktivis Yunan Nasution belakangan ini menjadi tenar di media sosial dan menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Aceh Timur.

Tanpa Angin,tanpa hujan yang disertai petir,Yunan Nasution meminta Kapolda Aceh menangkap Amat Leumbeng terkait baliho Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri milik Anggota DPRK Aceh Timur Amat Leumbeng yang terpasang di jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di Kota Peureulak.

Lantas apa yang menjadi permasalahan dengan Baliho tersebut?
Nota kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Helsinki pada 15 Agustus 2005 adalah wujud perdamaian GAM dan Republik indonesia, dan sejak saat itu Gerakan Aceh Merdeka dinyatakan dibubarkan.

ini menjadi landasan pacu Yunan Nasutian mengaum ,Menurut Yunan Nasution keberadaan Baliho tersebut meresahkan publik dan menakuti-nakuti warga karena dalam baliho tersebut tertara nama Amat Leumbeng PANGLIMA GAM ASAHAN.


Cerita Baliho Hingga Laporan Akun Sosial Media (Faceebook) ke Polda Aceh

Setelah Statetmen Yunan Nasution meyuruh Polda Aceh menangkap Amat Leumbeng Viral di berbagai media online dan media sosial sehingga menimbulkan berbagai komentar antara pro dan kontra.

Aktivis Aceh Timur, Yunan Nasution, SH akhirnya dengan resmi melaporkan akun media sosial (Facebook) "Abi julok Abi julok" yang diduga milik pribadi Ketua Form Pembela Islam (FPI) Kabupaten Aceh Timur, berserta puluhan akun Facebook lainnya ke Mapolda Aceh, pada, 1 Juni 2020.

Laporan tersebut terkait dugaan penghinaan dan penyebar ujaran kebencian terhadap suku.

Penyebutan keturunan PKI tersebut ditujukan kepada Yunan Nasution, yang ditulis dikolom komentar oleh akun "Abi julok abi julok" dalam postingan "Heri Darmawan Heri".

Sebelumnya, Pada 14 Juli lalu, akun Facebook Heri Darmawan Heri mengunggah kolase (Gabungan) foto Yunan Nasution dengan salah seorang anggota DPRK Aceh Timur, lengkap dengan captions sindiran terhadap Yunan, karena telah mengkritik anggota DPR tersebut.

Berbagai komentar kontroversi dari captions tersebut pun muncul. Bahkan keluar komentar hujatan, cacimaki dan rasis yang ditujukan terhadap Yunan Nasution. Salah satunya adalah komentar yang diduga milik Ketua FPI Aceh Timur tersebut.

"Bijeh PKI sigam bataknyan (Keturunan PKI batak Itu)" tulis akun Abi Julok Abi julok dikolom komentar menggunakan bahasa Aceh.

Tidak terima dengan komentar yang sudah sangat keterlaluan, bahkan sampai menyebutnya sebagai keturunan Komunis, Yunan Nasution melaporkan akun facebook "Abi julok Abi julok" Kepolda Aceh, terkait pencemaran nama baik yang di nilai menyerang kehormatannya.

Laporan Yunan Nasution diterima oleh pihak Polda Aceh dengan bukti Surat Tanta Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : STTLP/184/VII/YAN.2.5/2020 SPKT.

HARIMAU TERBANGUN

Usai Yunan Mengaum terbangunlah seekor Harimau,Tepatnya pada hari minggu terjadi adu fisik antara Amat Leumbeng dengan Yunan Nasution dalam sebuah kegiatan sosial.
Hari itu tepatnya pada minggu (05/07/2020) Mereka sama-sama ingin mengantarkan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah angin puting beliung di kecamatan Rantau Selamat,Namun perkelahian terjadi disana entah siapa yang memulai duluannya.


Dari Mengaumnya Yunan Nasution Terbangunya Seekor Harimau dan Bersuaranya Banta Hingga Cagee Berang



Post a Comment

0 Comments