Darwin : Aceh Tidak Akan Maju Jika dipimpin Oleh Preman dan Mantan Koruptor



HABANANGGROE24.COM -Aceh dikenal dengan Serambi Mekah dan memiliki hasil kekayaan alam yang melimpah,namun kehidupan rakyat Aceh jauh dari kata sejahtera,Mengapa hal demikian terjadi di bumi Sultan Iskandar Muda?


Kemajuan suatu daerah tidak lepas dari tindakan dan pola pikir seorang pemimpin yang bijaksana.

"Bak si buta ta yue beut kitab, bak si bangsat ta yue meu doa"


Menurut Seorang Aktivis Sosial Aceh Timur Darwin Aceh tidak akan mengalami kemajuan jika dipimpin oleh preman dan mantan koruptor.


"Apakah Aceh saat ini dipimpin oleh mantan koruptor atau preman? dan kenapa Aceh sulit maju dan terus berada di urutan daerah termiskin di Aceh?," Tanya Darwin.


Jika suatu daerah di pimpin oleh seorang yang kepemimpinannya lemah,maka yang sejahtera hanya kelompok "Preman" di lingkaran penguasa saja,sebut Darwin


"Kelompok preman ini tentu akan berupaya mendapatkan untung sebanyak banyaknya selama pemimpin lemah tersebut berkuasa. Mereka akan berupaya menjilat sebaik mungkin agar setiap proyek dari anggaran daerah bisa mereka kuasai," katanya.


Kalau ada pihak lain yang ingin bergabung untuk membangun daerahnya lebih baik, lanjut Darwin, maka kelompok "preman" tersebut akan "kebakaran jenggot" dan menjelekkan, supaya keberadaan kelompok "preman" tetap aman dan terus berkuasa.


"Termasuk menggiring isu bahwa kepemimpinan sekarang penuh prestasi. Atau semacam menframming berita bahwa jangan pilih pemimpin lain selain yang sekarang. Yang lain itu mantan koruptor atau preman. Padahal terkadang secara tidak sadar, pernyataan seperti itu menunjukkan sikap premanisme," papar Darwin.


Aktivis Sosial Aceh Timur ini juga menegaskan, siapa pun boleh memimpin Aceh selama mau berjuang untuk rakyat secara nyata, bukan hanya janji manis dan pencitraan luar biasa. Sementara realita, Aceh terus terpuruk di jurang kemiskinan.


"Soal pencitraan di media, mau bicara seolah pemimpin terbaik sepanjang masa juga boleh. Tapi kenyataannya, bagaimana mengurus pelayanan publik, pengelolaan anggaran, dan kebijakan kebijakan yang menguntungkan rakyat. Kalau soal bicara burung pun bisa," ucap Darwin.


"Saran saya, kepala pemerintahan cobalah menyerap kritik dan saran dari masyarakat yang menginginkan kemajuan Aceh, bukan hanya mendengar bisikan para penjilat yang hanya mencari keuntungan pribadinya sendiri. Rakyat butuh perhatian pemimpin," demikian tegas Darwin menutup pernyataannya.



Post a Comment

0 Comments